Advertisement

Panduan QA Engineer: Cara Cepat Test Registrasi Menggunakan Gmail Alias

by

Dony

Panduan QA Engineer Testing

Advertisement

Bagi Anda yang berprofesi sebagai Quality Assurance (QA) Engineer, saya yakin Anda pernah merasakan “pusingnya” saat harus menguji alur registrasi sebuah aplikasi. Bayangkan, Anda perlu mengetes 20 skenario pengguna berbeda, dan setiap akun membutuhkan alamat email yang unik.

Membuat 20 akun Gmail asli tentu bukan solusi praktis. Selain membuang waktu, Anda akan terbentur dengan verifikasi nomor telepon yang melelahkan. Di sinilah teknik Sub-addressing atau Gmail Alias menjadi penyelamat workflow Anda.

Mengapa QA Engineer Wajib Menggunakan Gmail Alias?

Dalam proses UAT (User Acceptance Testing), database seringkali memiliki unique constraint pada kolom email. Artinya, Anda tidak bisa menggunakan email yang sama dua kali.

Advertisement

Penting untuk dicatat, menggunakan layanan Disposable Email atau “Email Palsu” seringkali bukan ide bagus karena sistem keamanan Cloud Computing modern atau firewall perusahaan biasanya memblokir domain-domain tersebut.

Dengan menggunakan fitur bawaan Gmail, Anda mendapatkan email yang:

  1. Valid & Terpercaya: Tidak akan diblokir oleh sistem validasi email.
  2. Terpusat: Semua kode verifikasi (OTP) masuk ke satu Inbox utama.
  3. Gratis & Instan: Tidak perlu konfigurasi server tambahan.

Implementasi Dot Trick dalam Software Testing

Teknik paling klasik adalah Dot Trick. Mari kita bedah bagaimana sistem membaca titik dalam alamat Gmail. Bagi Google, [email protected] dan [email protected] adalah akun yang sama.

Namun, bagi aplikasi yang sedang Anda uji, kedua alamat tersebut dianggap sebagai dua entitas pengguna yang berbeda. Ini sangat memudahkan Anda saat melakukan pengujian:

Jika Anda sedang membangun website menggunakan Web Hosting atau Cloud VPS, teknik ini sangat krusial untuk memastikan sistem mailing server Anda berjalan lancar tanpa terdeteksi sebagai spam.

Plus Trick untuk Pengujian Edge Cases

Selain titik, Anda bisa menggunakan tanda plus (+). Ini jauh lebih fleksibel untuk pengujian SaaS yang kompleks.

Contohnya:

Dony’s Verdict:

“Efisiensi seorang QA bukan diukur dari seberapa banyak akun yang dia buat, tapi seberapa cerdas dia memanipulasi data untuk menemukan bug. Menggunakan alias adalah standar industri yang memisahkan antara Junior dan Senior QA Engineer.”

Tool Bantu untuk Dokumentasi Testing

Jika Anda melakukan Load Testing atau butuh ratusan email alias untuk dimasukkan ke dalam Dashboard pengujian, mengetiknya secara manual akan memicu human error.

Sebagai solusi, saya menyarankan Anda menggunakan Gmail Alias Generator Pro dari Indodigitals. Tool ini memungkinkan Anda mengunduh ratusan variasi alias dalam format CSV hanya dalam satu klik.

Bahkan, jika Anda perlu melakukan optimasi aset gambar untuk dokumentasi laporan testing agar lebih ringan, Anda bisa memanfaatkan Converter Gambar WebP & AVIF kami untuk memastikan laporan Anda tetap compact namun tajam.

Kesimpulan: Kerja Cerdas, Bukan Kerja Keras

Menguasai teknik Sub-addressing sesuai standar RFC 5233 adalah langkah awal untuk meningkatkan produktivitas Anda sebagai pengembang teknologi. Jangan biarkan inbox Anda berantakan atau waktu Anda habis hanya untuk urusan administratif pembuatan akun.

Advertisement

Related Post

Leave a Comment

Advertisement