Advertisement
Advertisement
Riset Keyword Gratis Pakai Google Trends: Panduan Lengkap 2026
by

Pernahkah Anda menghabiskan waktu berjam-jam menulis artikel yang Anda pikir “sempurna”, namun akhirnya sepi pengunjung? Rasanya frustrasi, bukan? Masalahnya seringkali bukan pada kualitas tulisan Anda, melainkan pada waktu dan topik yang Anda pilih.
Table of Contents
Bayangkan Anda menjual payung di musim kemarau. Kualitas payungnya bagus, tapi tidak ada yang mencari. Di sinilah Google Trends keyword research berperan sebagai kompas Anda.
Berbeda dengan tools SEO berbayar yang mahal, Google Trends adalah solusi gratis dari Google untuk melihat apa yang sedang hangat dibicarakan dunia real-time. Bagi Anda yang sedang serius mendalami Belajar SEO Pemula, memahami alat ini adalah fondasi wajib agar website Anda tidak “salah musim”.
Baca Juga
Advertisement
Mari kita bedah cara menggunakannya agar strategi konten Anda lebih tajam di tahun 2025.
1. Memahami Interest Over Time: Bukan Sekadar Angka
Banyak pemula salah kaprah. Mereka mencari angka pasti (search volume data) di Google Trends. Padahal, alat ini menampilkan grafik skala 0-100 untuk menunjukkan popularitas relatif, bukan jumlah pencarian absolut.
Grafik Interest over time memberi tahu Anda kapan sebuah topik diminati.
- Tren Musiman: Apakah keyword “Baju Lebaran” naik di bulan Ramadhan? Pasti.
- Tren Pudar: Apakah topik tersebut sudah basi?
Jika grafik menunjukkan tren menurun drastis, sebaiknya hindari topik tersebut untuk content planning jangka panjang.
💡 Pro Tip: Ubah rentang waktu menjadi “Past 5 years” untuk melihat pola musiman yang berulang. Jangan hanya melihat “Past 12 months” karena bisa bias oleh tren sesaat (viral). Ini membantu Anda memprediksi kapan harus mempublikasikan konten tersebut tahun depan.
2. Gali Harta Karun di “Related Queries”
Ini adalah fitur favorit saya. Di bagian bawah dashboard Google Trends, Anda akan menemukan kotak Related queries. Di sinilah letak long-tail keywords yang sering diabaikan kompetitor.
Google membagi ini menjadi dua kategori:
- Top: Kata kunci yang paling sering dicari.
- Rising: Kata kunci yang pencariannya meningkat drastis (bahkan sampai label “Breakout” yang artinya naik >5000%).
Fokuslah pada Rising trends. Ini adalah indikator awal bahwa audiens mulai penasaran dengan topik spesifik yang belum banyak dibahas oleh website besar. Jika Anda menulis artikel tentang ini sekarang, peluang Anda masuk halaman 1 Google jauh lebih besar.
Anda juga bisa mengkombinasikan data ini dengan Cara Riset Konten ChatGPT untuk mengembangkan ide turunan dari keyword yang sedang naik daun tersebut.
3. Bandingkan Keyword untuk Validasi Data
Sering bingung memilih antara dua topik? Gunakan fitur Compare. Misalnya, Anda bingung mau pakai istilah “Tanaman Hias” atau “Tanaman Indoor”.
Masukkan keduanya, dan lihat mana yang grafiknya lebih stabil dan tinggi secara konsisten. Ini akan menjadi SEO strategy yang solid karena Anda mengambil keputusan berdasarkan data, bukan tebakan.
4. Membangun Topic Clusters
Jangan hanya membuat satu artikel. Gunakan data dari Google Trends untuk membangun topic clusters.
Contoh: Jika keyword utama Anda adalah “Digital Marketing”, dan di Related Queries muncul topik tentang “AI Marketing” dan “Social Media Tools”, buatlah artikel terpisah untuk masing-masing topik tersebut dan saling hubungkan (internal link). Ini akan memperkuat otoritas website Anda di mata Google.
Berikut adalah tabel sederhana untuk membedakan kapan harus pakai Google Trends vs Keyword Tool biasa (seperti Ubersuggest/Ahrefs):
| Fitur | Google Trends | Keyword Tool Biasa (Ahrefs/Semrush) |
| Fungsi Utama | Melihat Tren & Musiman | Cek Volume & Kesulitan (KD) |
| Data | Real-time & Relatif (0-100) | Historis & Angka Pasti |
| Biaya | 100% Gratis | Mahal (Berbayar) |
| Cocok Untuk | Topik Berita/Viral & Ide Konten | Riset Kompetitor & Audit SEO |
💡 Pro Tip: Jangan terpaku pada satu istilah. Gunakan filter “Goolge Shopping” atau “YouTube Search” di menu dropdown jika target audiens Anda lebih banyak mencari produk (e-commerce) atau tutorial video, bukan sekadar artikel blog.
💬 Dony’s Verdict
“Google Trends itu ibarat radar cuaca, bukan timbangan. Jangan gunakan alat ini untuk mencari tahu ‘berapa kilo’ orang yang mencari keyword (search volume), tapi gunakan untuk tahu ‘ke mana arah angin’ berhembus. Kesalahan terbesar pemula adalah mengejar keyword bervolume tinggi tapi trennya sedang terjun bebas. Kombinasikan feeling Anda dengan data ‘Rising Queries’ di sini, maka Anda akan menemukan celah konten yang belum digarap kompetitor raksasa.”
Advertisement


